Minggu, 26 Agustus 2018

Tanaman Herbal Bawang Dayak : Tanaman dengan sejuta manfaat

Tanaman bawang dayak
Mungkin sebagian dari kebuners sudah banyak yang mengetahui dan tidak asing lagi dengan tumbuhan yang satu ini. Namanya adalah bawang dayak (Eleutherine bulbosa) atau juga biasa disebut denganbawang sabrang.
Tumbuhan yang satu ini sangat menyukai tempat terbuka dengan tanah yang mempunyai kandungan humus dan juga lembab. Bawang dayak banyak di temukan di daerah dengan tinggi antara 600 - 1500 m dpl.

Bunga dari tanaman bawang dayak

Bawang dayak memiliki daun berwarna hijau, panjang beralur mirip dengan anggrek tanah. Tanaman ini berbunga bulat dan berwarna putih. Umbi bawang dayak berbentuk hampir mirip dengan bawang merah, yaitu memiliki umbi lapis. Hanya saja untuk struktur umbi pada bawang dayak masih terlihat lebih tebal dan besar daripada bawang merah.

umbi bawan dayak

Bagian pada tumbuhan bawang dayak yang sering  dimanfaatkan untuk obat herbal adalah umbinya. Kandungan kimia pada umbi bawang dayak antara lain adalah : alkaloid, glikosida, flavinoid, fenolik, kuinon, steroid, dan zat tannin.
Untuk zat flavonoid sendiri adalah zat yang berkhasiat sebagai anti kanker

Pemanfaatan ataupun penggunaan umbi bawang dayak bisa dibilang cukup mudah nih kebuners, bisa dengan diolah dengan cara dibikin bubuk agar bisa disimpan lama, untuk kemudian diseduh dengan air panas. Kemudian bisa juga dimakan langsung, setelah dicuci terlebih dahulu. Dapat pula dikeringkan untuk kemudian dimasukkan ke dalam kapsul untuk dimakan. Ada juga yang  menggunakan sebagai obat luar dengan cara digerus diambil patinya untuk obat luka atau bisul.

Bawang Dayak 


Bawang dayak bisa menjadi obat herbal untuk penyakit pada umumnya nih kebuners, antara lain adalah disentri, bisul, luka, kanker mapun kanker payudara, hipertensi, muntah, penyakit kuning, hiperkolesterol, dan sembelit.

Itu tadi sekilas tentang bawang dayak dan manfaat herbalnya, ayo tanam jika kebuners belum punya tanaman bawang dayak, karena manfaat herbal dari bawang dayak ini sangat bagus untuk kesehatan kebuners.


Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru dari Kebun Kecil. Silahkan kunjungi kami di facebook dan juga Instagram ya! :)

Sabtu, 25 Agustus 2018

Ide kreatif Cara Mencangkok Dengan Memanfaatkan Gelas Bekas Air Mineral

Hallo kebuners, kenal dengan kata "cangkok" ? Apasih cangkok itu? Mencangkok adalah usaha dalam memperbanyak tanaman baru atau pengembangbiakan dengan cara vegetatif buatan. Tidak semua tumbuhan dapat dicangkok, tumbuhan yang dapat di cangkok hanya tumbuhan dikotil dan biji terbuka. Dengan mencangkok kita dapat dengan mudah memperbanyak tanaman.

Hasil cangkokan yang telah berakar

Ada beberapa keuntungan yang didapat dari memperbanyak tanaman dengan metode cangkok, antara lain adalah :

1. Tanaman keturunan yang dihasilkan sifatnya menyerupai induknya. Berbeda dengan perbanyakan melalui biji, sifat tanaman bisa jadi berbeda dengan indukan.
2. Lebih cepat berbuah
3. Tanaman tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu besar. Tanaman yang berasal dari cangkok, cocok untuk penghobi berkebun ataupun para penghobi tanaman yang mempunyai masalah dengan keterbatasan lahan. Bibit tanaman cangkok adalah solusinya. Selain lebih cepat berbuah, tanaman cangkok juga bisa ditanam di pot.

Nah sekarang mari kita mulai cara mencangkok tanaman dengan memanfaatkan gelas air mineral bekas:

Alat dan bahan kita sediakan :
1. Gunting
2. Lakban
3. Pisau
4. Gelas air mineral
5. 1 siung bawang merah





Setelah alat dan bahan di siapkan, kita lanjut ke pemotongan gelas bekasnya. Lubang pada bagian bawah gelas menyesuaikan ukuran diameter batang yang akan di cangkok.



Kemudian kita kerat batang tanaman yang akan di cangkok, kerat hanya separo saja. Itu agar suplai makanan ke bagian atas batang tetap ada.

Pada foto berikut, tanaman yang akan kita cangkok adalah tanaman Tin.



Nah setelah itu, ambil bawang merah. Gosokkan pada keratan batang tanaman tin tadi.  Fungsi bawang merah disinj adalah sebagai ZPT. ZPT merupakan zat perangsang tumbuh, yang bisa mempercepat tumbuhnya akar pada batang yang di cangkok.



Selesai dengan urusan gosok menggosok bawang merah ke keratan batang tin. Kita lanjutkan dengan pemasangan gelas air mineral ke tanamannya.



Kemudian masukkan tanah ke gelas air mineral tadi. Padatkan, agar kedudukan nya kokoh dan tidak goyang atau goyah. 



Terakhir,  tutup bagian atas dengan menggunakan lakban, agar tanah media cangkok tidak tumpah berhamburan.




Cangkokan tin yang telah berakar

Cangkokan bisa di potong pada minggu ke tiga atau ke empat. Setelah dipotong cangkokan ditanam dulu pada polybag ukuran sedang. Usahakan jangan kena sinar matahari langsung selama dua minggu untuk proses adaptasi. Setelah dua minggu bibit cangkokan tadi bisa dipindah lagi ke lahan atau pot agar pertumbuhannya bisa optimal.

Metode cangkok dengan memanfaatkan gelas bekas air mineral ini bisa di gunakan untuk mencangkok pohon apa saja selain tin, jangan terpaku pada contoh model pada foto. Boleh juga di coba pada pohon jeruk, apel, mangga, jambu, dan lain lain.


Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru dari Kebun Kecil. Silahkan kunjungi kami di facebook dan juga Instagram ya! :)