Jumat, 14 September 2018

Perbanyakan tanaman secara vegetatif, Penjelasan tentang Perbedaan antara cangkok, stek, okulasi, menyambung dan merunduk.

Sebelum lebih jauh kebuners ketahui tentang perbedaan cangkok, stek, okulasi, menyambung, dan juga merunduk baiknya kebuners ketahui dulu  apa itu perbanyakan tanaman secara vegetatif.
Perbanyakan tanaman secara vegetatif adalah  perbanyakan yang memanfaatkan bagian tertentu dari tanaman, bisa berupa batang, daun, ataupun dahan. perbanyakan tanaman secara vegetatif ini dilakukan  tanpa melalui proses perkawinan atau seksual  tetapi dengan cara tidak kawin atau aseksual .ada dua macam perbanyakan vegetatif, cara alami dan cara buatan. Nah yang akan kita bahas disini adalah cara buatan.

Walaupun memiliki tujuan yang sama yaitu agar mendapatkan bibit atau penerus tanaman yang baik juga sesuai dengan sifat induknya, cara perbanyakan secara vegetatif buatan cangkok, stek, okulasi, dan menyambung tetap mempunyai perbedaan loh kebuners.  Apa Kebuners sudah tau perbedaan antara Cangkok, stek, okulasi dan menyambung? Kalau belum tahu,
Yuk simak penjelasan dibawah ini :




                                 



1. Cangkok.
Apa itu cangkok? . Cangkok adalah cara perkembangbiakan secara vegetatif yang bisa dilakukan dengan cara mengupas bagian kulit pada tangkai/dahan pohon yang hendak dicangkok. Selanjutnya bagian tersebut dibungkus dengan plastik berisi tanah, atau pun sabut kelapa dan diikat dengan tali. Bagian yang tertututp tersebut kemudian disiram agar lembab hingga tumbuh akar, baru setelahnya bisa dipotong dan ditanam. Biasanya bisa memakan waktu sekitar 3-4 minggu agar akar bisa tumbuh sempurna dan hasil cangkokan bisa dipotong kemudian di tanam di media atau tempat lain.

•Tutorial mencangkok bisa kebuners baca disini :
mencangkok dengan cara memanfaatkan gelas bekas air mineral


                                   

2. Stek
Stek adalah cara perbanyakan tanaman vegetatif buatan yang cara pelaksanaannya cukup mudah yakni dengan memotong bagian tertentu dari tumbuhan seperti batang, tangkai ranting atau daun yang kemudian ditanam secara terpisah dari tumbuhan induknya.  Tanaman yang paling umum biasanya distek adalah ubi kayu (stek batang), jeruk (stek batang) dan juga cocor bebek (untuk stek daun) .

•Tutorial stek batang jeruk lemon bisa kebuners baca disini 10 langkah memperbanyak tanaman lemon






3. Okulasi

Okulasi  juga bisa disebut  teknik tempel/menempel. Caranya cukup mudah ko kebuners, hanya dengan menggabungkan mata tunas tumbuhan yang satu pada batang tumbuhan lainnya. Tumbuhan induk yang dijadikan sebagai tempat menempel haruslah tumbuhan yang kuat akarnya dan juga sehat. Tujuan okulasi untuk ini menggabungkan tumbuhan dengan sifat yang berbeda.



             




4. Menyambung
Menyambung atau bisa juga disebut teknik mengenten. yang pelaksanaannya adalah dengan cara menyambungkan bagian tertentu dari dua tanaman berbeda, tapi masih dalam satu famili yang sama. Berbeda bisa juga dalam artian berbeda umur atau berbeda sifat.
 Caranya juga  mudah kok kebuners, yaitu dengan memotong bagian dari tanaman untuk sambungan bagian atas dan tanaman yang lainnya sebagai tanaman yang ada di bagian bawah.

                                   



5. Merunduk
Pada dasarnya merunduk sama dengan stek, tetapi juga ada perbedaannya nih kebuners. Perbedaan yang mencolok adalah upaya merunduk tidak perlu memotong batang terlebih dahulu dan suplai nutrisi dari induk masih tetap ada. Dahan tanaman hanya perlu di rundukkan ke tanah sehingga merangsang pertumbuh akar dan kemudian bisa menjadi tanaman baru yang mandiri dan bisa di pindah dari tanaman indukannya.



           



Yup, sekian dulu penjelasan  Perbedaan antara cangkok, stek, okulasi, menyambung dan merunduk.

Terima kasih sudah membaca

Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru dari Kebun Kecil. Silahkan kunjungi kami di Facebook dan juga  Instagram ya!  :)


Senin, 10 September 2018

Ayo Berkreasi ! Ide kreatif Pemanfaatan Botol Plastik Bekas : Menara Cacing Skala Tabulampot

Masalah vital pada bumi kita sekarang adalah sampah, terutama sampah plastik seperti botol dan lain-lain yang secara alamiah perlu waktu ratusan tahun untuk mengurainya. Kalau kita tidak peduli dengan masalah ini, sampah akan memenuhi bumi kita dan ruang hidup menjadi terbatas karena desakan sampah - sampah plastik tersebut.  Kebuners bisa kok ikut berpartisipasi meringankan beban bumi kita yang sudah berat karena sampah ini. Caranya? Ada banyak cara sebenarnya, dan Salah satu caranya adalah dengan daur ulang sederhana.
Lantas bagaimana cara mendaur ulang dengan cara sederhana ? Kita bikin worm tower aja yuk.

Jadi, menara cacing atau worm tower fungsinya adalah sebagai komposter. Komposter sendiri adalah alat sederhana untuk membuat kompos. Kompos bisa dibuat atau diolah dari bahan bahan sampah organik dapur. Peranan komposter dari botol ini melindungi bahan organik yang akan dikomposkan agar aman dan tidak berbau dan terlindung dari serangan lalat.

Untuk pembuatan menara cacing skala tabulampot ( tanaman buah dalam pot ) ini, kebuners hanya memerlukan botol bekas dan solder listrik / besi panas untuk membuatnya.


• Siapkan botol bekas ukuran 1500ml , kemudian kebuners lubangi sisi-sisi botol hingga bawahnya.
Siapkan juga sampah organik sisa makanan, atau sisa dapur untuk di masukkan ke dalam menara cacing tadi.


• Kemudian gali tanah di samping tanaman pada pot.
Lalu masukkan botolnya ke dalam tanah yang di gali tersebut




Masukkan sampah orgnanik kedalam menara cacing yang sudah di kubur tadi.



Menara cacing sudah siap.





Kalau botol sudah penuh, kebunera boleh mengeluarkan isinya untuk bisa menjadi campuran media tanam, ataupun juga sebagai pupuk kompos untuk tanaman kebuners.

Apabila kebuners ingin kapasitas wormtower yang besar, botol bisa di sambung menjadi dua sambungan ataupun lebih. Worm tower dari botol bekas ini juga bisa digunakan sebagai lubang biopori, dan bisa ditaruh di halaman belakang ataupun halaman depan kebuners.

Mudah kan untuk membuat nya? Yuk kebuners, coba buat menara cacing ini untuk menyuburkan tanaman kebuners di rumah.


Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan di website kami


Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru dari Kebun Kecil. Silahkan kunjungi kami di facebook dan juga Instagram ya!  :) 

Sabtu, 01 September 2018

Bawang Dayak : Cara Menanam dan Memperbanyak


Halo kebuners! sebelumnya Kebun Kecil sudah ngasih tau kebuners serba serbi tentang bawang dayak di post Bawang dayak : Tanaman dengan khasiat herbal . Nah, sekarang Kebun Kecil mau sharing beberapa tips lagi cara menanam dan memperbanyak bawang dayak buat kebuners yang tertarik untuk memeliharanya sendiri dirumah. Lumayan kan kita tinggal panen bawang dayak di kebun kita sendiri.

Bagian terpenting dari penanaman bawang dayak tentu saja adalah menyiapkan bibit terlebih dahulu. Bibit bawang dayak bisa di dapatkan di nursery atau toko tanaman terdekat di daerah kebuners, bisa juga dengan membelinya secara online ataupun meminta kepada teman kebuners sesama penghobi tanaman.




Jika bibit telah siap, kita lanjutkan untuk membuat media tanam untuk bawang dayak.
Siapkan kompos atau pupuk kandang secukupnya.
Jika kebuners ingin menanam  langsung di lahan atau tanah, cukup gemburkan sedikit tanahnya, kemudian taburkan kompos atau pupuk kandang di bagian tanah yang di gemburkan tersebut.
Jika ingin menanam di pot, atau polybag, siapkan tanah, pupuk kandang atau  kompos dengan perbandingan 2:1.

tampak atas tanaman bawang dayak


Pisahkan umbi yang menempel satu sama lain.




Potong daun bagian atas, sampai hanya menyisakan sedikit daunnya. Pemotongan daun berguna untum mengurangi penguapan pada tanaman.



Tanam umbi pada tanah yang sudah di gemburkan atau pada polybag yang sudah di isi tanah tadi.



Langkah terakhir, siram pada bagian media tanamnya.

Simple banget kan kebuners. Yuk menanam sendiri dirumah!

Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru dari Kebun Kecil. Silahkan kunjungi kami di facebook dan juga Instagram ya! :)