Selasa, 23 Oktober 2018

Aren Pohon Serba Guna



Aren adalah pohon berjenis palma atau palem seperti kelapa. Pasti sebagian besar dari Kebuners sudah tidak asing lagi dengan pohon serba guna ini. Aren atau enau memiliki nama ilmiah Arenga Pinnata. Aren yang besar bisa mencapai ketinggian 20 meter dan berdiameter batang sampai dengan 65 centimeter.

Awalnya pohon aren hanya tergolong jenis tumbuhan hutan yang tidak dibudidayakan oleh masyarakat, tetapi pada saat ini karena sudah banyak yang tahu tentang manfaat dan kegunaannya yang besar, masyarakat mulai sadar dan mencoba untuk membudidayakan dan melestarikannya.

 Fungsi ekologis dari pohon aren juga sangat penting, terutama untuk tanah. Akar serabut pohon aren sangat kokoh, menancap dalam, dan menyebar, itu artinya akar dari pohon aren bisa berfungsi sebagai penahan erosi tanah.

Pohon aren dapat tumbuh baik pada ketinggian 500 - 800 Mdpl. Untuk curah hujan yang ideal adalah 1200mm pertahun. Dan juga pohon ini tidak memerlukan tanah yang subur, untuk tempat hidupnya, atau dengan kata lain bisa hidup di kondisi tanah apa saja.


Pada bagian atas diselimuti oleh Serabut berwarna hitam yang biasa di sebut dengan ijuk. Sebenarnya ijuk adalah bagian dari pelepah aren yang menyelubungi batang. bagi manusia, ijuk bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat sapu, tali, atap, dan lain lain.


Ijuk pohon aren


Pohon aren bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, dan manfaat utamanya adalah sebagai penghasil gula aren / gula merah. Gula aren di dapat dari hasil sadapan dari tandan bunga aren jantan. Bunga aren jantan yang mulai mekar berwarna kuning dan menghamburkan serbuk sari dipukul-pukul pada bagian tandannya sampai memar selama beberapa hari. Jika tandan bunga sudah memar dan mengeluarkan cairan, itu artinya aren sudah siap untuk di sadap. Penyadapan tandan aren dilakukan dengan cara di iris tipis dengan pisau yang tajam pada bagian ujung tandan. Tempatkan wadah untuk menampung cairan nira, setelah air nira terkumpul lalu kemudian bisa di proses pemasakan untuk menghasilkan gula merah.

Menyadap pohon aren membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan juga keberanian. Tidak disarankan bagi kebuners yang takut ketinggian untuk belajar menyadap pohon aren, karena tangga yang dipakai untuk memanjat biasanya hanya memakai bambu yang di ikatkan ke pohon arennya.


Tangga bambu untuk memanjat


Gula merah


Pohon aren bisa mulai disadap pada umur 5 tahun dengan produksi 15-20 liter air nira perhari. Bagi petani aren, menyadap biasa dilakukan pada pagi sebelum matahari bersinar atau sore hari sebelum matahari terbenam. Jika penyadapan tidak dilakukan pada waktu tersebut maka air nira akan berubah asam menjadi cuka atau tuak.


Sekian tulisan tentang pohon aren, menurut penulis membudidayakan pohon aren jauh lebih menarik daripada memainkan game arena of valor hehehe, tetapi semua tergantung minat juga sih. Kalau minat ke pertanian ya pastinya membudidayakan aren si pohon serba guna pasti lebih menarik. Apakah kebuners berminat untuk membudidayakan pohon aren sebagai peluang usaha baru? Menurut penulis, pembudidayaan pohon aren adalah peluang usaha  cukup menjanjikan di masa depan.



Terima kasih sudah berkunjung ke website Kebun kecil


Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru dari Kebun Kecil. Silahkan kunjungi kami di Facebook dan juga  Instagram ya!  :)

Senin, 22 Oktober 2018

Kelor Si Tanaman Ajaib

Walaupun ada ungkapan  "Dunia tidak selebar daun kelor" tetapi manfaat dari kelor sendiri sangatlah banyak.  Mulai dari akar, kulit kayu, daun, buah muda, dan juga biji kelor dapat dimakan. daun Kelor juga dikenal kaya akan kalsium (Ca) dan zat besi (fe). Juga sumber fosfor yang baik. Buah mudanya berkadar air tinggi dan kandungan proteinnya juga tinggi.





Kelor / moringa oleifera adalah tanaman yang berasal dari jenis suku moringacae. Tanaman kelor bisa memiliki tinggi batang 7-11 meter. Daun kelor berbentuk bulat dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai, dapat dibuat sayur maupun obat. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau, baunya harum semerbak, menurut penulis sendiri bau dari bunga kelor seperti bau bunga melati. Penelitian terhadap manfaat tanaman mulai dari daun, kulit batang, buah sampai biji kelo dimulai sejak awal tahun 1980-an. Ada sebuah laporan hasil penelitian, kajian dan pengembangan terkait dengan pemanfaatan tanaman kelor untuk penghijauan serta penahan penggurunan di Etiopia, Somalia, dan Kenya oleh tim Jerman. Di dalam berkala Institute for Scientific Cooperation, Tubingen, 1993. Laporan tersebut dikhususkan terhadap kawasan yang termasuk Etiopia, Somalia, dan Sudan, karena sejak lama sudah menjadi tradisi penduduknya untuk menanam pohon kelor, karena pohon kelor menjadi bagian di dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan sayuran, bahan baku obat-obatan, juga untuk diperdagangkan. Di kawasan Arba Minch dan Konso, pohon kelor justru digunakan sebagai tanaman untuk penahan longsor, konservasi tanah, dan terasering. Sehingga pada musim hujan walau dalam jumlah yang paling minimal, jatuhan air hujan akan dapat ditahan oleh sistem akar kelor, dan pada musim kemarau “tabungan” air sekitar akar kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman lain. Juga karena sistem akar kelor cukup rapat, bencana longsor jarang terjadi.




        
                                                                      



Manfaat utama daun kelor adalah:


  1. Meningkatkan ketahanan alamiah tubuh
  2. Menyegarkan mata dan otak
  3. Meningkatkan metabolisme tubuh
  4. Meningkatkan stuktur sel tubuh
  5. Meningkatkan serum kolesterol alamiah
  6. Mengurangi kerutan dan garis-garis pada kulit
  7. Meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal
  8. Memperindah kulit
  9. Meningkatkan energi
  10. Memudahkan pencernaan
  11. Antioksidan
  12. Memelihara sistem imunitas tubuh
  13. Meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan
  14. Bersifat anti-peradangan
  15. Memberi perasaan sehat secara menyeluruh
  16. Mendukung kadar gula normal tubuh




Tahukah kebuners World health organitation / organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan kelor sebagai tanaman ajaib. Bukan tanpa alasan WHO menetapkan si kelor ini sabagai tanaman ajaib. Itu karena selama lebih dari  40 tahun kelor menjadi obat dan juga penambah gizi termurah di negara-negara miskin di dunia.  


Who juga menganjurkan bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan untuk mengkonsumsi kelor karena demikian besar khasiat yang dimiliki kelor. 


Perbandingan gram, daun kelor mengandung 7 x vitamin C pada jeruk,  4 x calcium pada susu,  4 x vitamin A pada wortel,  2 x protein pada susu, dan 3 x potasium pada pisang.


Yup, itu tadi sekilas tentang tanaman kelor, kebuners bisa kok menanam nya di rumah sebagai penambah gizi keluarga. 

Terima kasih sudah berkunjung ke website Kebun kecil



Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru dari Kebun Kecil. Silahkan kunjungi kami di Facebook dan juga  Instagram ya!  :)

Minggu, 07 Oktober 2018

Cara mudah stek pohon tin

Pada awalan ini, penulis ingin memberitahukan kepada kebuners yang belum tahu apa itu stek. Jadi stek itu adalah termasuk kedalam kategori perbanyakan tumbuhan atau tanaman secara vegetatif. Perbanyakan secara vegetatif memerlukan bagian pada tumbuhan untuk di perbanyak. Bisa berupa batang, daun atau akar. 


Ngomong- ngomong, penulis pernah mendapat pertanyaan seperti ini "Memangnya tin bisa di stek ? Bukannya tin itu di cangkok ya? "
Jawabannya adalah bisa, karena Tanaman tin merupakan  tanaman yang gampang diperbanyak. Kebuners bisa melakukan beberapa cara untuk memperbanyak pohon tin. Tergantung kebutuhan. Selain dicangkok bisa juga dengan metode stek dan juga tidak harus punya keahlian khusus seperti batman superman atau spiderman untuk bisa menstek pohon tin ini. Ya tidak perlu jadi superhero dulu biar bisa nyetek  tin, Sing peting yakin. Pada kesempatan kali ini, penulis akan berbagi pengalaman dan cara stek tin dengan mudah.


Oke sekarang siapkan dulu alat dan bahannya ya

Bahan :
  • Batang tin, secukupnya
  • Media tanam , untuk media tanam penulis memakai  media dari batang aren yang sudah lapuk. Kalau kebuners tidak punya, bisa juga memakai cocopeat
  • Perangsang akar, bisa memakai bawang merah atau perangsang akar buatan pabrikan. 
  • Fungisida
  • Air secukupnya


Alat   : 

  • Gunting Pemotong ranting kalau tidak ada bisa diganti dengan pisau tajam atau pisau cutter
  • Wadah untuk media, bisa berupa gelas plastik bekas yang sudah dilubangi pada bagian bawahnya untuk mengeluarkan air, agar tidak over watering. 
  • Ember untuk merendam batang tin
  • Plastik untuk sungkup (opsional) 



Baca juga  : Mengenal tanaman buah tin atau ara


Kalau semua alat dan bahan sudah disiapkan, mari kita mulai untuk stek.

Setelah batang tin tadi dipotong, kebuners bisa diamkan dulu untuk sesaat, agar getah dari batang bisa keluar dan tidak bersisa lagi.










Buang daun yang masih ada. Pembuangan daun ini perlu untuk mengurangi penguapan pada stek.

Cuci bersih batang tin yang sudah dipotong lalu masukkan ke dalam wadah atau ember, yang sudah berisi air , fungisida, dan juga perangsang akar

Rendam batang tin selama 1 jam



Sembari menunggu rendaman stek, kebuners siapkan wadah dan media. Masukkan media tanam ke dalam gelas plastik.


Contoh media tanam yang penulis pakai 






Setelah perendaman 1 jam, tiriskan stek tin , kemudian tancapkan ke media tanam yang sudah kebuners siapkan tadi.




Pada sentuhan akhir setelah di tancapkan, kebuners bisa menyungkup stek untuk menjaga kelembapan media dan batang stek. Sungkup ini adalah opsional. Bisa juga tidak dilakukan tapi dengan catatan ruangan menaruh stek suhunya terjaga ( suhu ruangan ) itu bermaksud agar stek tin tidak kering atau mati. Pada usia 4 minggu stek tin sudah berakar dan siap ubtuk diperkenalkan ke cahaya matahari.



Untuk tutorial mencangkok bisa kebuners baca disini : Ide kreatif Cara Mencangkok Dengan Memanfaatkan Gelas Bekas Air Mineral


Nah itu tadi sedikit pengetahuan untuk mengenal tentang  stek pohon tin. Mari hijaukan bumi kita, ayo tanam pohon yang banyak, sedekah oksigen, jangan buang sampah sembarangan, mari kita jaga alam kita, kalau bukan kita siapa lagi?
Kebuners berminat untuk menanam pohon tin?
Yuk tanam :)

Terima kasih sudah berkunjung ke website Kebun kecil

Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru dari Kebun Kecil. Silahkan kunjungi kami di Facebook dan juga  Instagram ya!  :)




Jumat, 05 Oktober 2018

Mengenal Tanaman Buah Tin Atau Ara

Tin, nama tanaman ini diambil dari bahasa arab  "At-tin" bahasa Indonesia bisa disebut dengan nama "Ara", dan bahasa Inggris adalah "fig"
Tanaman buah Tin atau ara memang sedang naik pamor pada jaman sekarang ini, peminatnya pun banyak. Mulai dari pehobi tanaman, sampai petani dan juga pekebun. Tanaman buah tin muncul dengan predikat "Buah surga" dan "Tanaman yang ada di kitab suci" . Berbagai manfaat juga bisa di dapat dari tanaman buah tin. Mulai dari manfaat buah hingga daunnya.
Tanaman yang 1 family dengan Beringin (ficus) ini mempunyai berbagai macam varietas dengan bentuk daun dan buah yang berbeda.  Harga tanaman buah tin pada saat ini juga cukup terjangkau, dan saya yakin, kebuners  tidak akan susah untuk menemukan penjual pohon buah tin di seluruh daerah di Indonesia. 

Mengenal Buah Tin Atau Ara





Pohon Tin


                                                                 








Klasifikasi ilmiah :

Kerajaan           : Plantae

Divisi                 : Magnoliophyta

Kelas                 : Magnoliopsida

Ordo                  : Rosales

Famili                : Moraceae

Genus                : Ficus

Upagenus          : Ficus

Spesies               : F. carica

Nama binomial : Ficus carica L. (lateks)



Buah Tin

                                                                      






Nah kebuners, Pohon tin adalah termasuk tanaman yang bisa hidup dan menghasilkan buah dimanapun tempat hidupnya, bisa di daerah tropis seperti di Indonesia, maupun di daerah dengan empat musim. Tetapi dengan catatan harus sesuai dengan jenis dan varietas tin itu sendiri. Contoh seperti di Indonesia yang memilili iklim tropis, cocok dengan "common fig type" seperti brown turkey, green yordan, matsui dauphine dan lain lain  bisa tumbuh subur dan berbuah genjah dan lebat. Berbeda dengan "smyrna fig type" jenis yang hanya bisa menghasilkan buah dengan cara polinasi dengan  bantuan fig wasp lebah / serangga yang hanya hidup pada daerah mediterania. Jadi kebuners harus pandai memilih jenis jika kebuners mau menanam pohon tin dan ingin pohon tinnya menghasilkan buah. 

Buah tin sediri dapat dimakan segar, dikeringkan, sebagai bahan tambahan pembuatan kue atau dibuat selai. Buah tin yang sudah dipetik harus segera dimanfaatkan karena tidak dapat disimpan lama (mudah rusak). Di Bengali buah tin diolah sebagai sayuran. Dan untuk daun tin, berupa daun yang sudah dikeringkan, juga bisa dimanfaatkan sebagai teh dengan berbagai macam khasiat herbal untuk kesehatan tubuh.

Perawatan pohon tin terbilang cukup mudah, pemupukan, penyemprotan pestisida organik dan penyiraman harus teratur agar pertumbuhan  tanaman tidak terganggu. Pemangkasan cabang juga perlu untuk memicu pembesaran batang utama (primer) , agar Untuk batang primer bisa kokoh dan kuat.  perbanyakan pohon tin, bisa dilakukan dengan cara stek maupun cangkok.
Untuk cara mengcangkok pohon tin bisa kebuners lihat di sini  mencangkok dengan cara memanfaatkan gelas air mineral


Nah itu tadi sedikit pengetahuan untuk mengenal tentang pohon tin. Mari hijaukan bumi kita, ayo tanam pohon yang banyak, sedekah oksigen, jangan buang sampah sembarangan, mari kita jaga alam kita, kalau bukan kita siapa lagi?
Kebuners berminat untuk menanam pohon tin?
Yuk tanam :)

Terima kasih sudah berkunjung ke website Kebun kecil

Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru dari Kebun Kecil. Silahkan kunjungi kami di Facebook dan juga  Instagram ya!  :)